Akibat Kurang Minum Air Putih

Minum merupakan salah satu kegiatan wajib bagi tubuh kita. Selain menyegarkan tenggorokan, minum juga bermanfaat untuk membantu melancarkan pencernaan tubuh dan meningkatkan metabolisme tubuh. Selain itu, pentingnya air dalam tubuh tersebut, memiliki banyak fungsi bagi kesehatan tubuh.

Fungsi Air Minum

Berikut ini beberapa fungsi air minum bagi tubuh :

  • Sebagai zat pelarut di dalam tubuh
  • Sebagai zat katalisator
  • Sebagai zat untuk mengatur suhu tubuh
  • Untuk melepas dahaga
  • Melancarkan sistem pencernaan
  • Menjaga kesehatan tubuh
  • Mengeluarkan racun dalam tubuh
  • Penyedia elektrolit bagi tubuh

Itulah beberapa manfaat air putih bagi tubuh kita. Sangat banyak bukan manfaatnya? Dengan banyaknya manfaat air di atas, masih saja banyak orang yang tidak mau mengkonsumsi air dengan cukup. Orang yang kurang dalam mengkonsumsi cairan, biasanya akan menunjukkan ciri-ciri tertentu akibat kurang minum air putih.

Berikut ini yang akan terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan air putih :

1. Kelelahan dan mudah lelah

Seseorang yang kurang mengkonsumsi air putih akan mudah merasakan lelah. Hal ini disebabkan karena saat seseorang mengkonsumsi sedikit air, metabolisme tubuh dan cairan di dalam tubuh akan berkurang drastis, sehingga merasa cepat lelah.

2. Masalah pada pencernaan

Cairan yang masuk ke dalam tubuh, terutama air putih sangat dibutuhkan untuk membantu proses pencernaan tubuh. Konsumsi air putih yang sedikit akan berpengaruh terhadap buruknya pencernaan pada tubuh.

Beberapa masalah pencernaan yang muncul karena kurang minum air putih :

  • Diare
  • Sulit buang air besar
  • Sulit buang air kecil
  • Sakit perut

3. Kulit Kusam

Kebiasaan minum air putih secara teratur, dapat membantu menjaga kesegaran tubuh. Hal ini dapat dipastikan, efek kekurangan air putih pada tubuh dapat menyebabkan kulit menjadi kusam dan kurang segar. Selain itu, tubuh juga akan terlihat pucat dan seperti tidak bertenaga.

4. Menganggu fungsi ginjal

Sebelum mempengaruhi pencernaan, ginjal akan mengalami gangguan fungsinya akibat kekurangan minum air putih. Proses pencernaan melibatkan banyak organ pencernaan, salah satunya adalah ginjal. Selain ginjal, beberapa organ pencernaan di bawah ini juga akan menurun fungsi nya :

  • Usus
  • Lambung
  • Tenggorokan
  • Hati
  • Kandung Kemih
  • Saluran Kencing

5. Kurang Konsentrasi

Daya konsentrasi di kontrol melalui otak. Efek kekurangan air putih, maka bagian otak pun akan mengalami kekurangan cairan. Kondisi otak yang mengalami kekurangan cairan ini akan menyebabkan berbagai gangguan konsentrasi. Konsentrasi ini sangat diperlukan untuk melakukan aktivitas. Hal ini dapat berdampak pada beberapa hal, antara lain :

  • Mudah bengong dan melamun
  • Sering salah dalam mengambil keputusan
  • Sulit mengerjakan tugas
  • Mudah melakukan kesalahan

6. Halusinasi

Halusinasi merupakan keadaan seperti melihat sesuatu, namun sebenarnya objek yang lihat tidaklah nyata. Halusinasi merupakan salah satu ciri-ciri yang disebabkan oleh kurangnya orientasi, yang salah satunya disebabkan oleh efek akibat kekurangan air putih. Halusinasi akan sangat mengganggu kegiatan sehari-hari, apalagi jika membutuhkan daya konsentrasi.

7. Mudah Mengantuk

Salah satu ciri orang yang kurang minum air putih adalah akan mudah mengantuk. Perlu diingat, air putih dan cairan berfungsi untuk menjaga kesegaran tubuh, sehingga ketika tidak meminum air putih, maka tubuh tidak akan terasa sega. Akibat kurang air minum, mengakibatkan gejala sering ngantuk menguap dan mata yang terlihat sangat lelah.

8. Tenggorokan Kering

Ketika sedang makan pasti akan merasa haus dan membutuhkan minum. Minum dapat membuat makanan yang dikonsumsi menjadi lebih mudah untuk ditelan. Kemudian akan memudahkan pencernaan, yang diteruskan ke usus, lalu sampai ke lambung. Kurangnya minum air putih akan membuat tenggorokan anda terasa kering, dan efek selanjutnya adalah radang pada tenggorokan.

9. Kepala Pusing

Dengan berkurangnya cairan yang masuk ke otak, maka akan terjadi gangguan pada bagian tersebut. Kurang minum akan membuat kepala terasa sakit dan pusing.

10. Urin berwarna pekat

Salah satu ciri umum yang mudah di deteksi ketika sedang mengalami kekurangan cairan adalah urin anda yang berwarna sangat pekat. Apabila urin yang normal, akan berwarna bening dan kekuningan, namun pada orang yang kurang minum air putih akan berwarna kuning pekat. Hal dengan jelas menunjukkan bahwa tubuh anda mengalami kekurangan cairan.

11. Nyeri ketika buang air kecil

Salah satu hal yang menjadi ciri-ciri dari kurangnya air putih adalah rasa sakit ketika melakukan buang air kecil. Hal ini dapat terjadi ketika kandung kemih, sudah mengalami infeksi. Kandung kemih membutuhkan cairan yang cukup agar dapat melakukan sekresi atau pembuangan dengan baik dan sempurna. Cairan yang sedikit akan menyebabkan kandung kemih mengalami infeksi, dan menyebabakan rasa nyeri ketika buang air kecil

Itulah beberapa akibat kurang minum air minum pada tubuh. minumlah air secara teratur agar kesehatan tetap terjaga.

Kebutuhan Air Minum Setiap Harinya

Tubuh manusia pada dasarnya terdiri dari 80 % air pada bayi, dan 60 % air pada orang dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh sangat membutuhkan kandungan air yang banyak setiap harinya. Para ahli sendiri merekomendasikan agar dalam sehari, kita harus mengkonsumsi air minum minimal 8 gelas dalam sehari, dengan ukuran gelas 200 ml. itu berarti tubuh kita harus memiliki asupan air mineral sebanyak 1 – 2 liter per hari.

Untuk mendapatkan air sendiri, tidak harus mengkonsumsi air putih saja. Mengkonsumsi makanan yang mengandung air juga dapat membantu menambah cairan pada tubuh seperti buah-buahan. Begitu pula dengan minum minuman jenis lain seperti susu

Advertisements

Macam-Macam Penyebab Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran yang terjadi secara bertahap seraya kita menua merupakan hal yang biasa. Sekitar sepertiga penduduk di Amerika Serikat antara usia 65 sampai 75 tahun mengalami penurunan daya dengar dalam taraf tertentu. Meski hal itu normal, tapi ada beberapa penyebab gangguan pendengaran yang membuat seseorang mengalami penurunan daya dengar bahkan dari usia muda.

Para ahli medis mempercayai faktor keturunan dan lingkungan merupakan dua faktor utama penyebab gangguan pendengaran permanen yang terjadi secara bertahap. Faktor-faktor lain yang ikut tersangkut, misalnya kotoran telinga yang menumpuk, bisa menimbulkan gangguan pendengaran juga, tapi hanya sementara bukan permanen.

Sekali mengalami kehilangan daya pendengaran atau tuli, Anda tidak bisa memulihkannya seperti sedia kala. Walau begitu, Anda tidak perlu terus menerus hidup dalam dunia tanpa suara. Dokter atau spesialis pendengaran bisa bekerja sama untuk membantu meningkatkan daya pendengaran.

Apa Saja yang Jadi Penyebab Gangguan Pendengaran?

Beberapa penyebabnya mencakup kerusakan pada telinga bagian dalam, penumpukan kotoran telinga, infeksi telinga, serta kondisi pecahnya gendang telinga. Untuk memahami bagaimana penurunan daya pendengaran bisa terjadi, ada baiknya untuk lebih dulu memahami proses mendengar.

Mendengar berarti ada gelombang suara yang mencapai struktur telinga terdalam, di mana getaran gelombang suara diubah menjadi sinyal saraf yang bisa dikenali oleh otak. Telinga Anda terdiri dari 3 bagian utama: telinga luar, tengah, serta dalam. Gelombang suara masuk melewati telinga luar dan menyebabkan getaran di gendang telinga.

Getaran kemudian disampaikan ke bagian telinga dalam dan melewati cairan di dalam struktur berbentuk siput (koklea). Terdapat ribuan rambut kecil di sel-sel saraf kokle yang membantu menerjemahkan getaran suara menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak. Bulu-bulu halus inilah yang membedakan satu suara dengan yang lainnya.

Setidaknya ada 4 penyebab gangguan pendengaran, pertama: kerusakan pada telinga bagian dalam. Penuaan dan sering mendengar suara keras dapat menyebabkan bulu-bulu halus koklea jadi tumpul. Kerusakan ini mengakibatkan getaran-getaran suara tidak diterjemahkan sebagaimana mestinya dan bikin Anda sulit membedakan satu suara dengan yang lainnya.

Kedua: penumpukan kotoran telinga sehingga menghambat gelombang suara untuk masuk ke dalam telinga. Kondisi ini bisa dengan mudah diatasi dengan membersihkan kotoran telinga. Yang ketiga: infeksi telinga dan pertumbuhan abnormal pada telinga (misalnya tumor) yang bisa terjadi di telinga luar atau tengah.

Dan yang keempat ialah kondisi pecahnya gendang telinga. Suara yang amat kencang, perubahan ekstrim yang mendadak pada tekanan udara, mencolok gendang telinga dengan benda tertentu, serta infeksi, semuanya bisa menyebabkan pecahnya gendang telinga dan memengaruhi pendengaran.

Hanya satu penyebab gangguan pendengaran yang berada di luar kendali—yakni usia tua. Sedangkan yang lainnya sangat bisa Anda cegah. Jadi mulai dari sekarang, jagalah kesehatan pendengaran Anda agar tidak mengalami ketulian dari usia muda.

Cara Cepat Membaca Foto Rongen Dada

Foto thorax merupakan suatu pemeriksaan penunjang dalam bidang kedokteran. Metode ini digunakan untuk menegakkan diagnosis dari suatu gejala yang berhubungan dengan organ-organ dalam dada (thorax). Berbagai organ yang terdapat dalam thorax yang utama antara lain jantung dan paru. Namun apakah dengan mengetahui struktur anatomis dari jantung dan paru seorang klinisi dapat membaca foto thorax ? Adakah cara cepat untuk membaca foto thorax ? Pada artikel kali ini akan membahas tata cara membaca foto thorax dengan mudah dan sistematis menggunakan metode alfabet (ABCDEFGHI). Mari kita simak dan diskusikan bersama.

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai metode alfabet, teman-teman perlu mengerti struktur foto thorax yang normal. Pengetahuan tentang struktur anatomis (terutama jantung dan paru) dari thorax sangat penting untuk interpretasi foto lebih lanjut. Berikut merupapakan foto thorax normal dari seorang perempuan. Usahakan mengetahui dan memahami struktur-struktur normal yang terdapat dalam gambar tanpa melihat keterangan.

Foto thorax normal
Foto Thorax Normal

Keterangan :

  1. Trakea
  2. Hilus
  3. Paru
  4. Diafragma
  5. Cor (jantung)
  6. Aorta
  7. Costa anterior
  8. Skapula
  9. Mammae
  10. Fundus gaster

Setelah mengetahui struktur normal foto thorax diatas maka menggunakan metode alfabet akan cepat anda kuasai. Langsung saja kita mulai pembacaan foto thorax dengan menggunakan metode ini. Berbagai kepanjangan dari metode ini akan menggunakan bahasa inggris untuk menyesuaikan dan memudahkan ingatan.

Metode Alfabet (ABCDEFGHI)  Pembacaan Foto Thorax

A : Assessment  and Quality
Pada bagian ini akan dideskripsikan mengenai kualitas foto yang baik untuk dibaca. Untuk melakukan itu dibuat singkatan yaitu PIER (Position, Inspiration, Exposure, dan Rotation).

Position : Posisi foto thorax apakah PA? AP? Lateral kanan? Lateral kiri? Posterior oblik? Anterior oblik? Pada umumnya posisi foto thorax yang dilakukan adalah PA dan Lateral. Seringkali menjadi masalah bagi para klinisi untuk membedakan foto PA dan AP. Prinsip utama untuk membedakan keduanya adalah terjadinya magnifikasi pada foto AP yang menyebabkan gambaran jantung terlihat  lebih lebar dan juga skapula yang terlihat menutupi.
Inspiration : Ketika akan dilakukan foto thorax pasien dianjurkan menarik napas (inspirasi) untuk memperluas bidang pembacaan terutama didaerah paru. Kondisi foto pada inspirasi optimal yang baik terlihat jika costa posterior ke 10 dan costa anterior 6 tampak pada pembacaan.
Exposure : Merupakan detail lapang pandang yang baik pada foto. Apakah meliputi semua struktur normal seperti yang telah dideskripsikan diatas.
Rotation :  Posisi normal tanpa rotasi dapat digambarkan dengan posisi medial klavikula yang cenderung tegak lurus dengan vertebrae. Bukan berarti posisinya harus benar-benar tegak lurus. Serta tidak lupa untuk melihat apakah ada bagian dari foto yang tidak simetris.

B : Bone and Soft Tissue (Tulang dan Jaringan lunak)

Tulang : Posisi tulang simetris ? apakah ada fraktur ? lesi metastasik ?
Jaringan lunak : Terdapat benda asing ? edema ? subcutaneus air ?

C : Cardiac (Jantung)

Mengukur abnormalitas ukuran jantung dengan menggunakan rumus CTR (Cardio Thoracic Ratio) dengan cara membagikan lebar jantung secara horizontal dengan lebar antara dua sudut costofrenikus. Nilai normal lebar jantung yang dihasilkan adalah <0,5 atau <50% dan dikatakan mengalami pembesaran (cardiomegali) jika lebar mencapai >50% (pada foto PA). Sedangkan jika ingin mengukur pada foto AP disebabkan gambaran jantung lebih lebar karena magnifikasi patokan nilai normal ditinggikan menjadi <60%.

Selain itu dapat juga diperiksa ketidaknormalan bentuk jantung secara anatomis ? kalsifikasi ? prosthetic valve?  dan lain-lain.

D : Diafragma

Pada pembacaan daerah diafragma ditemukan normal jika tampak diafragma kanan lebih tinggi dibandingkan sebelah kiri. Hal itu disebabkan oleh letak liver yang terdapat disana. Jika posisinya rata kanan dan kiri dapat dikarenakan oleh penyakit yang membawahi seperti Asma atau COPD.

Setelah melihat kerataan diafragma  dilanjutkan dengan memperhatikan gambaran gas pada bagian fundus gaster.

E : Edge of Lungs (Permukaan Bawah Paru)

Kepangangan “E” diatas juga dapat sebagai “Efusi” dikarenakan fungsi kepanjangan yang sama yaitu untuk mendeskripsikan abnormalitas permukaan paru yang ditandai dengan adanya efusi atau tidak. Interpretasinya adalah dengan melihat sudut antara costae dan diafragma yang disebut sinus costofrenicus. Bentuk normal dari sinus costofrenicus adalah lancip dan jika diisi oleh air akan terlihat tumpul. Volume cairan minimal yang dapat menyebabkan ketumpulan sinus costofrenicus berkisar antara 200-300 cc.

F : Field of Lungs (Lapang Pandang Paru)

Pada lapang pandang paru yang patut diperhitungkan adalah adanya infiltrat (interstitial atau alveolar)? massa ? konsolidasi ? air bronchogram (pada pneumoniae) ? pneumothorax (gambaran paru yang terlalu hitam/radiolusen)? Marker vaskular (normal jika didapatkan gambaran vaskuler/radioopaque sampai 2/3 dari medial vertebrae).

Selain menentukan kondisi jaringan lunak pada paru juga dilakukan evaluasi fissura minor dan mayor pada permukaan paru.

G : Great vessels (Pembuluh darah besar)

Pembuluh darah besar yang menjadi perhatian disini adalah aorta, trunkus pulmonalis serta percabangannya yang terlihat radioopaque (putih) pada foto. Pengukuran dengan mencari nilai dari aortic knob atau pinggang jantung. Suatu abnormalitas pinggang jantung jika bernilai >2cm setelah diukur dari vertebrae kearah lateral hingga mencapai batasnya.

H : Hillus

Hillus merupakan titik bertemunya jaringan limfa, bronkus, dan pembuluh darah sehingga tampak radioopaque pada penampang foto. Dengan mempertimbangkan hal tersebut kita dapat mengetahui apakah pada foto terjadi limfadenopati ? kalsifikasi ? terdapat masa ?

Dengan melihat gambaran hillus kita juga dapat menilai kondisi organ dan jaringan disekitarnya seperti melihat ada tidaknya deviasi trakea ? aortic dissection ? thymus (pada anak-anak) ?

I : Impression

Disini anda diharuskan merangkum apa yang sudah anda amati dengan menggunakan metode diatas. Impresi juga memudahkan untuk melakukan re-check hasil pengamatan.

Dengan demikian selesailah pembacaan foto thorax secara sistematis dan praktis. Setelah itu sebagai klinisi anda diharuskan untuk memberikan laporan dan kesan-kesan yang ada dalam foto thorax yang anda baca. Metode diatas akan lebih mudah dicerna jika anda banyak berlatih dan menemukan berbagai kasus baru. Pembacaan juga akan sangat dimudahkan ketika suatu foto dilampirkan bersama dengan manifestasi klinis pada pasien yang bersangkutan.

Usus Besar atau Colon

Seni 3D adalah seni yang menonjolkan bangun ruang karena memiliki 3 tiitk koordinat yaitu x, y, dan z. Seni 3D dapat diaplikasikan pada berbagai aspek di kehidupan. Pada bidang medis, seni 3D dapat dipakai untuk memvisualisasikan bentuk sel, jaringan, organ, sistem organ, dan organisme. Pada artikel kali ini, organ usus besar manusia (Colon) divisualisasikan dalam bentuk 3D dengan menggunakan software pemodelan 3DS Max 2010. Usus besar memiliki keunikan tersendiri dalam proses pembuatannya. Salah satunya yang harus dicermati adalah tekstur dan garis bentuk permukaan yang tidak rata. Berikut cuplikan artikel sederhana tentang usus besar itu sendiri.

1. Anatomi Usus Besar

Usus besar merupakan bidang perluasan dari ileocecal ke anus. Usus besar terdiri dari cecum, colon, rectum, dan lubang anus. Selama dalam colon, chyme diubah menjadi feces. Penyerapan air dan garam, pengsekresian mucus dan aktivitas dari mikroorganisme yang termasuk dalam pembentukan feces, dimana colon menyimpan sampai feces dikeluarkan melalui proses defekasi. Kira-kira 1500 ml dari chyme masuk ke cecum setiap hari, tapi lebih dari 90% dari volume direabsorbsi dan hanya tertinggal 80-150 ml dari feces yang dikeluarkan secara normal melalui defekasi.

Cecum merupakan tempat bertemunya usus halus dan usus besar pada ileocecal. Cecum panjangnya kira-kira 6 cm mulai dari ileocecal membentuk kantung tersembunyi. Berdekatan dengan cecum adalah saluran tersembunyi yang kecil kira-kira panjangnya 9 cm disebut appendix (umbai cacing). Dinding dari appendix terdiri beberapa nodul limpatik.

Colon kira-kira panjangnya 1,5-1,8 m dan terdiri dari 4 bagian, yaitu colon ascending, colon transversal, colon descending dan colon sigmoid. Colon ascending membujur dari cecum dan berakhir pada fleksur kolik kanan (fleksur hepatik) dekat pinggir bawah kanan dari hati. Colon transversal membentang dari fleksur kolik kanan ke fleksur kolik kiri (fleksur limpa), dan colon descending membentang dari fleksur kolik kiri ke pembukaan atas dari pelvis yang sebenarnya, dimana tempat tersebut menjadi colon sigmoid. Colon sigmoid membentuk saluran S yang membentang sampai pelvis dan berakhir di rectum. Manfaatnya tentu banyak sekali.

Lapisan otot cirkular dari colon lengkap, tapi lapisan otot longitudinal tidak lengkap. Lapisan longitudinal tidak membungkus seluruh dinding usus tapi membentuk tiga berkas otot, yaitu taniae coli, yang terdapat di sepanjang colon. Kontraksi dari tanie coli menyebabkan suatu kantung yang disebut haustra yang terbentuk di sepanjang colon terlihat seperti sebuah lukukan. Jaringan ikat yang berrukuran kecil dan berisi lemak disebut epiploik appendage yang melekat di sepanjang permukaan kolon bagian luar. seperti terlihat pada gambar. Barisan mukosal dari usus besar terdiri dari epitel lajur sederhana. Epitel ini tidak membentuk suatu lipatan-lipatan atau vili seperti pada usus halus tapi memiliki sejumlah kelenjar tubuler yang disebut crypts. Crypts mirip dengan kelenjar usus yang ada di usus halus, dengan tiga jenis sel yang termasuk sel absropsi, sel goblet dan sel granular. Perbedaan utama adalah pada sel goblet usus besar menonjol dan dua jenis sel lain jumlahnya berkurang banyak.

Rektum itu lurus, pipa berotot yang berawal dari pangkal sigmoid kolon dan berakhir pada lubang anus. Deretan membran selaput lendir adalah epitelium lajur yang sederhana, dan berlapis otot yang relatif tebal dibandingkan waktu alat pencernaan.beristirahat Bagian terakhir dari alat pencernaan yang panjangnya 2-3 cm adalah lubang anus. Lubang anus berawal dari pangkal rektum dan berakhir pada anus. Lapisan otot halus dari lubang anus lebih tebal daripada rektum dan berbentuk internal anal spincter bagian ujung atas dari lubang anus. Otot rangka membentuk external anal spincter pada bagian ujung bawah dari lubang anus. Jaringan Epitel pada bagian atas dari lubang anus adalah lajur yang sederhana dan yang di bagian bawah tersusun squamous.

2.      Fungsi Usus Besar

Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Pada mamalia, kolon terdiri dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending).

Adapu fungsi dari Usus Besar yaitu sebagai berikut :

  • menyimpan dan eliminasi sisa makanan,
  • menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, dengan cara menyerap air
  • mendegradasi bakteri.

Jika Pembuluh Darah Otak Pecah

Pembuluh darah memiliki tugas menjamin pasokan oksigen dan nutrisi pada semua organ vital dalam tubuh. Yang mengejutkan, pembuluh darah seseorang memiliki panjang hingga lebih dari 96 ribu kilometer atau setara dengan dua kali mengelilingi bumi jika ditarik dalam garis lurus.

Tugas pembuluh darah juga terhitung berat karena mereka harus terus-menerus mengalir selama hidup kita. Organ ini mampu mengangkut lebih dari 6800 liter darah tiap hari. Sepanjang usia manusia masih hidup, pembuluh darah akan mengangkut hingga miliaran liter darah ke seluruh tubuh.

 

Pecahnya pembuluh darah bisa terjadi di beberapa tempat, salah satunya di otak. Jika pembuluh darah pecah terjadi di otak, maka hal ini akan menimbulkan pendarahan otak atau biasa disebut brain hemorrhage. Pendarahan ini akan berakibat fatal karena bisa mengakibatkan matinya sel-sel otak. Sebanyak 13 dari 100 orang yang stroke adalah dikarenakan perdarahan otak.

Anda Lebih Mungkin Mengalaminya jika Berkondisi Seperti Ini

Beberapa hal di bawah ini adalah faktor risiko dan penyebab pembuluh darah pecah di otak sehingga mengakibatkan brain hemmorhage.

  • Tekanan darah tinggi yang terjadi selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan dinding pembuluh darah melemah. Jika tidak diobati, tekanan darah tinggi bisa menjadi penyebab utama terjadinya pendarahan otak.
  • Cedera kepala adalah salah satu penyebab paling umum terjadinya pendarahan otak pada orang-orang yang berusia di bawah 50 tahun.
  • Aneurisma atau makin lemahnya dinding pembuluh darah yang mengalami pembengkakan. Jika sudah parah, pembuluh darah akan meledak dan membanjiri otak dengan darah sehingga menimbulkan stroke.
  • Angiopati amiloid, yaitu kelainan dinding pembuluh darah yang pada umumnya diakibatkan oleh kolaborasi umur yang kian menua dan tekanan darah tinggi.
  • Adanya tumor pada otak.
  • Kelainan pembuluh darah atau malaformasi arteriovenosa, yaitu lemahnya pembuluh darah di dalam dan di sekitar otak yang didapat seseorang sejak lahir.
  • Penyakit hati yang biasanya berhubungan dengan peningkatan terjadinya perdarahan internal.
  • Kelainan darah atau kelainan perdarahan, seperti hemofilia dan anemia sel sabit yang berkontribusi terhadap terjadinya penurunan kadar trombosit darah.

Kenali Kondisi-kondisi Gangguan Kesehatan Berikut

Jika seseorang mengalami pecah pembuluh darah di otak, beberapa gejala di bawah ini mungkin akan dialami.

  • Sakit kepala hebat yang datang secara mendadak.
  • Mendadak mengalami kesemutan atau kelumpuhan di wajah, lengan, atau kaki.
  • Mata mengalami kesulitan melihat, baik pada salah satu atau kedua-duanya.
  • Sulit menelan makanan.
  • Susah mengendalikan koordinasi tubuh dan hilang keseimbangan.
  • Sering merasa mual.
  • Muntah-muntah.
  • Hilang kesadaran, lesu, mengantuk, dan tidak sadar akan keadaan di sekitarnya.
  • Mengalami masalah terkait kemampuan bahasa, baik ketika menulis, bicara, membaca, atau memahami sesuatu.
  • Mengalami kebingungan atau mengigau.

 Penanganan Medis bagi Penderita Stroke akibat Pembuluh Darah Pecah

Bila stroke akibat pecahnya pembuluh darah otak terjadi, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit. Langkah pertama melakukan pengobatan terhadap pasien pendarahan di otak adalah melalui pemantauan secara intensif. Selanjutnya, menstabilkan tekanan darah dan pernapasan harus segera dilakukan. Jika diperlukan, pasien bisa diberikan ventilator untuk membantu memastikan otak dan organ tubuh mendapatkan cukup oksigen.

Pada pasien yang tidak sadarkan diri, pemberian cairan dan obat-obatan mungkin membutuhkan akses intravena. Pantauan khusus terhadap irama jantung, kadar oksigen darah, atau tekanan dalam tengkorak mungkin diperlukan. Setelah stabil, maka akan ditentukan tindakan apa untuk mengobati pendarahan yang terjadi, misalnya apakah pasien membutuhkan operasi atau tidak.

Banyak pasien yang bisa bertahan hidup setelah mengalami pendarahan otak akibat pembuluh darah mereka pecah di otak. Sayangnya peluang tersebut akan menurun jika pendarahan awal terlalu parah atau terjadi di daerah-daerah vital di otak. Pemulihan yang dibutuhkan pasien bisa berlangsung hingga berbulan-bulan lamanya.

Sebagian pasien yang selamat dari pembuluh darah pecah di otak berkemungkinan tetap mengalami masalah sensorik, kejang, sakit kepala, atau masalah ingatan. Maka dari itu, bagi mereka yang selamat dari kondisi ini tetap membutuhkan usaha untuk memulihkan kondisinya secara maksimal, mulai dari terapi fisik hingga terapi bicara.

Perbaiki Pola Hidup Anda Mulai dari Sekarang

Pembuluh darah pecah adalah kondisi yang kebanyakan bisa dicegah, Seseorang disarankan untuk menghentikan kebiasaan buruk  yang dapat memperbesar risiko, seperti merokok dan megonsumsi alkohol secara berlebihan. Selain itu, rutinitas olahraga sepatutnya tetap dipertahankan, yaitu minimal 150 menit per minggu dengan olahraga berintensitas sedang atau 75 menit dengan intensitas tinggi, atau kombinasi keduanya.

Bagi Anda yang mengidap penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, maka mengobati keduanya akan memperkecil risiko terjadinya pembuluh darah pecah di otak. Bagi penderita diabetes, mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh juga bisa membantu mengurangi risiko terjadinya hal ini.

Infeksi Saluran Pernapasan

Infeksi saluran pernapasan atau respiratory tract infections adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan manusia.

 

Kondisi ini bisa disebabkan oleh virus atau bakteri. Ada dua jenis infeksi pada saluran pernapasan manusia, yaitu:

  • Infeksi saluran pernapasan atas atau upper respiratory tract infections (URI/URTI), yang meliputi rongga hidung, sinus (rongga berisi udara yang terdapat di sekitar pipi, hidung dan mata), faring (terletak di belakang hidung dan mulut), dan laring (pangkal tenggorokan). Infeksi ini dapat berakibat kepada penyakit pilek, radang sinus atau sinusitis, radang amandel atau tonsillitis, radang pita suara atau laringitis, dan influenza.
  • Infeksi saluran pernapasan bawah atau lower respiratory tract infections (LRI/LRTI), yang meliputi trakea (batang tenggorokan), bronkus, bronkiolus, dan paru-paru. Infeksi ini dapat berakibat kepada penyakit seperti radang pada tabung bronkus atau bronkitis, bronkiolitis, influenza, tuberkulosis dan pneumonia.

Kasus infeksi saluran pernapasan yang paling umum ditemui pada penderita dewasa maupun anak-anak adalah pilek. Infeksi saluran pernapasan dapat menyebar melalui kontak langsung maupun tidak langsung sehingga penting untuk mengetahui apa saja penyebab, gejala, dan penanganan infeksi penyakit ini.

Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan

Infeksi saluran pernapasan dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme lain. Infeksi bakteri sekunder juga dapat terjadi pada penderita infeksi saluran pernapasan atas maupun bawah.

Infeksi saluran pernapasan dapat menyebar melalui udara atau sentuhan. Anda dapat tertular infeksi ketika menghirup udara yang mengandung percikan air dari seorang penderita yang bersin atau batuk. Infeksi juga dapat menular bila Anda sebelumnya menyentuh hidung atau mata lalu menyentuh permukaan suatu benda, yang mana kemudian orang lain menyentuh benda tersebut. Selain tempat tinggal, penularan infeksi saluran pernapasan banyak terjadi di fasilitas-fasilitas umum, seperti di sekolah dan tempat penitipan anak sehingga tingkat kebersihan di area ini perlu dijaga sebaik mungkin.

Berikut adalah jenis-jenis infeksi saluran pernapasan beserta virus yang menjadi penyebabnya.

  • Infeksi saluran pernapasan atas, sebagian besar kasus ini ditimbulkan akibat infeksi coronavirus dan rhinovirus. Virus lainnya yang dapat berperan pada infeksi saluran pernapasan atas adalah adenovirus, coxsackieviruses, myxovirus, dan paramyxovirus (parainfluenza, respiratory syncytial virus).
  • Infeksi saluran pernapasan bawah dapat disebabkan oleh bakteri dan virus. Virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan adalah jenis virus influenza A, human metapneumovirus (hMPV), varicella-zoster virus (VZV) atau cacar air, dan respiratory syncytial virus (RSV). Virus-virus ini merupakan penyebab kasus rawat inap paling banyak pada penderita anak-anak. Selain virus, bakteri juga dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan. Beberapa bakteri itu di antaranya adalah H. influenza, streptococcus pneumonia, klebsiella pneumonia, staphylococcus aureus, berbagai bakteri anaerob, dan jenis enterobacteria seperti Escherichia coli. Infeksi bakteri streptococcus pneumonia adalah bakteri penyumbang sebagian besar kasus pneumonia pada penderita infeksi saluran pernapasan. Bakteri Mycobacterium tuberculosis juga dapat menginfeksi saluran napas bawah dan menyebabkan penyakit tuberkulosis.
  • Organisme yang tidak memiliki klasifikasi juga dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan, yaitu mycoplasma pneumoniae, legionella pneumophila, chlamydophila pneumonia, dan coxiella burnetii.

Anak-anak pada umumnya sangat rentan terhadap infeksi saluran pernapasan dan virus lebih cenderung untuk berdiam di tubuh mereka. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh anak-anak yang belum sempurna.

Gejala Infeksi Saluran Pernapasan

Gejala infeksi saluran pernapasan yang paling umum adalah batuk. Meski begitu, gejala yang berbeda juga dapat menyertai masing-masing infeksi saluran pernapasan, seperti:

  • Infeksi saluran pernapasan atas, pada umumnya memiliki gejala berupa hidung tersumbat, hidung beringus, bersin-bersin, batuk, nyeri otot, dan sakit tenggorokan. Gejala lain yang mungkin timbul adalah hilangnya daya penciuman dan perasa, tekanan pada telinga, rasa perih ringan pada mata, dan demam.
  • Infeksi saluran pernapasan bawah, dapat memiliki gejala berupa batuk berdahak, meningkatnya ritme pernapasan, napas yang tersengal-sengal atau sesak napas, sesak pada dada, dan mengi. Gejala lain yang mungkin timbul adalah demam yang berulang, kesulitan makan, dan kurang tidur pada bayi dan anak-anak.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah batuk yang berlangsung hingga berminggu-minggu, timbul rasa sakit pada dada, kehilangan berat badan, hingga batuk berdarah yang bisa menjadi penyebab paru-paru basah atau pneumonia. Segera temui dokter untuk memastikan diagnosis serta penanganan medis.

Diagnosis Infeksi Saluran Pernapasan

Selain memerhatikan gejala-gejala yang muncul, seperti demam, diagnosis infeksi saluran pernapasan dapat dilakukan dengan cara memeriksa dan mengamati kondisi fisik penderita. Dokter mungkin akan mengukur dan memantau level oksigen dalam darah, atau melakukan pulse oximetry. Metode ini berguna untuk mengetahui apakah seseorang memiliki gangguan pernapasan dengan melihat tingkat jenuh oksigen. Misalnya pada kondisi pneumonia, tingkat jenuh oksigen dapat mencapai 95 persen atau kurang.

Dokter juga akan mengamati dan menghitung tingkat pernapasan menurut usia, pergerakan dada saat bernapas, atau tes tuberkulin pada kulit untuk mengetahui risiko penyakit tuberkulosis, radiografi dada, tes urine, hingga tes darah untuk memastikan diagnosis infeksi saluran pernapasan.

Pengobatan Infeksi Saluran Pernapasan

Sebagian besar kasus infeksi saluran pernapasan atas dapat diobati sendiri di rumah. Misalnya dengan obat pereda rasa sakit yang dapat dibeli secara bebas, seperti ibuprofen atau paracetamol, atau cukup dengan memperbanyak istirahat serta asupan cairan. Pengobatan ini bertujuan mengurangi gejala dari infeksi saluran pernapasan atas yang ringan. Biasanya infeksi saluran pernapasan atas akan sembuh dalam selama 1-2 minggu. Pada kasus lainnya, pemberian antibiotik dianjurkan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri.

Untuk perawatan di rumah, infeksi saluran pernapasan atas juga dapat diobati dengan obat batuk atau menggunakan campuran madu dan lemon. Vapour rubs atau gel oles yang mengeluarkan uap dapat membantu meredakan hidung tersumbat pada anak-anak dan bayi di atas usia tiga bulan. Sebagian suplemen dan obat-obatan herba dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif, tapi disarankan untuk dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu. Anda juga tidak dianjurkan untuk mencoba metode pengobatan lain tanpa sepengetahuan dan seizin dokter.

Penderita infeksi saluran pernapasan bawah, seperti pneumonia, sebagian besar dapat ditangani sebagai pasien rawat jalan atau melalui perawatan menggunakan antibiotik. Begitu juga dengan penderita bronkitis akibat infeksi virus, masih diperbolehkan mendapatkan perawatan di rumah. Antibiotik yang dipakai akan disesuaikan kepada kondisi dan respons fisik penderita. Salah satu antibiotik yang ramah bagi penderita anak-anak adalah amoxicillin. Bagaimanapun juga, keputusan ini tetap berdasarkan diagnosis dokter sehingga tetap ada kemungkinan penderita dapat dirujuk sebagai pasien rawat inap. Pilihan ini diambil terutama ketika antibiotik tidak dapat berfungsi secara maksimal terhadap penderita anak.

Pada keadaan infeksi saluran napas, segera hubungi dokter jika Anda memiliki kondisi lain yang menyertai, seperti:

  • memiliki penyakit jantung, hati, paru-paru, atau ginjal sebelum terinfeksi penyakit saluran pernapasan.
  • mengalami gejala pneumonia seperti batuk berlendir dengan darah
  • penyakit paru-paru jangka panjang (kronis) seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik.
  • menderita bronkiektasis dan fibrosis kistik
  • memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau kehilangan berat badan,
  • memiliki kondisi yang memengaruhi sistem saraf seperti multiple sclerosis
  • batuk yang telah berlangsung selama lebih dari tiga minggu
  • terdapat nyeri dada
  • terdapat benjolan di leher

Komplikasi Infeksi Saluran Pernapasan

Infeksi saluran pernapasan yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan komplikasi atau memicu timbulnya infeksi bakteri sekunder pada saluran pernapasan bawah. Pada penderita anak-anak, infeksi saluran pernapasan atas dapat berkembang menjadi radang paru-paru, bronkitis, dan peradangan pada laring dan trakea yang membuat anak sulit bernapas. Penyakit asma dapat bertambah parah dan penderita penyakit paru-paru kronis berisiko menjadi lebih sulit untuk ditangani.

Infeksi saluran pernapasan bawah harus ditangani hingga tuntas demi menghindari timbulnya komplikasi, seperti abses paru, kegagalan pernapasan, hipoksia, hingga kematian pada penderita. Segera temui dokter jika Anda memiliki sejarah penyakit gagal jantung atau sedang dalam pengobatan untuk penyakit lain di saat yang sama.

Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan

Memulai kebiasaan menjaga kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan sekitar merupakan langkah awal pencegahan infeksi saluran pernapasan yang efektif. Kebiasaan seperti mencuci tangan, mengenakan sarung tangan, dan menggunakan masker dapat membantu mengurangi penularan penyakit. Penderita dapat meminimalkan kontak dengan orang lain untuk mencegah penyebaran infeksi saluran pernapasan, terutama pada anak-anak. Gunakan handuk sendiri dan jangan dipinjamkan kepada orang lain.

Pemberian vaksin dapat dilakukan pada penderita infeksi saluran pernapasan bawah yang juga memiliki penyakit paru-paru atau jantung di saat yang bersamaan. Hentikan kebiasaan merokok jika Anda seorang perokok karena dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan pada anak-anak.

Kapan Membawa Anak Ke Dokter?

Kapan sih seharunya membawa anak ke dokter bila sakit? Ada baiknya kalau kamu mengenali tanda tubuh anak di bawah ini sebagai peringatan untuk segera membawa Si Kecil ke dokter!

 

Demam
Banyak hal yang membuat suhu tubuh mereka meninggi, seperti flu atau bahkan sedang tumbuh gigi. Jika memang suhu tubuhnya masih di bawah 38° dan turun saat diberi obat penurun panas yang bisa dibeli bebas di apotek maka nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi, berbeda persoalannya jika demam Si Kecil sudah nyaris mencapai 39° dan nggak turun meski sudah diberi obat. Segeralah periksa ke dokter anak atau boleh langsung datang ke UGD rumah sakit agar anakmu segera ditindak untuk menurunkan suhu tubuhnya.

Diare

Sama seperti demam, bayi dan balita mudah sekali menderita buang-buang air. Banyak faktor penyebabnya, salah satunya adalah nggak cocok dengan susu formula yang diminum. Tapi, kamu sudah harus waspada dan segera pergi ke dokter jika Si Kecil buang-buang air lebih dari enam kali dalam semalam. Periksa juga kotorannya seperti apa. Jika sudah berbentuk cairan, berlendir, dan berbau sengit, maka segera periksakan anakmu ke dokter atau rumah sakit.

Kejang

Suhu tubuh yang terlalu tinggi akan menyebabkan anak mengalami kejang-kejang. Itu alasannya, saat suhu tubuh mereka sudah mencapai 39° dan nggak turun saat diberi obat, menjadi sebuah tanda jelas untuk segera bawa ke dokter atau rumah sakit. Kejang pada anak ditandai dengan badan yang kaku dan bola mata berbalik ke atas. Perhatikan, anak yang kejang juga biasanya suka menggigit lidahnya secara tidak sadar.

Sering Muntah

Bayi yang memuntahkan sedikit susu yang baru habis diminumnya merupakan hal yang wajar karena bayi belum bisa bersendawa. Tapi, kalau bayi atau balita terus-menerus muntah setelah diberi susu atau makanan, ini artinya ada hal yang nggak beres dengan tubuhnya. Apalagi, jika muntahannya menyembur dengan kuat dan berwarna kekuningan maka sesegera mungkin bawalah ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.