Macam-Macam Penyebab Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran yang terjadi secara bertahap seraya kita menua merupakan hal yang biasa. Sekitar sepertiga penduduk di Amerika Serikat antara usia 65 sampai 75 tahun mengalami penurunan daya dengar dalam taraf tertentu. Meski hal itu normal, tapi ada beberapa penyebab gangguan pendengaran yang membuat seseorang mengalami penurunan daya dengar bahkan dari usia muda.

Para ahli medis mempercayai faktor keturunan dan lingkungan merupakan dua faktor utama penyebab gangguan pendengaran permanen yang terjadi secara bertahap. Faktor-faktor lain yang ikut tersangkut, misalnya kotoran telinga yang menumpuk, bisa menimbulkan gangguan pendengaran juga, tapi hanya sementara bukan permanen.

Sekali mengalami kehilangan daya pendengaran atau tuli, Anda tidak bisa memulihkannya seperti sedia kala. Walau begitu, Anda tidak perlu terus menerus hidup dalam dunia tanpa suara. Dokter atau spesialis pendengaran bisa bekerja sama untuk membantu meningkatkan daya pendengaran.

Apa Saja yang Jadi Penyebab Gangguan Pendengaran?

Beberapa penyebabnya mencakup kerusakan pada telinga bagian dalam, penumpukan kotoran telinga, infeksi telinga, serta kondisi pecahnya gendang telinga. Untuk memahami bagaimana penurunan daya pendengaran bisa terjadi, ada baiknya untuk lebih dulu memahami proses mendengar.

Mendengar berarti ada gelombang suara yang mencapai struktur telinga terdalam, di mana getaran gelombang suara diubah menjadi sinyal saraf yang bisa dikenali oleh otak. Telinga Anda terdiri dari 3 bagian utama: telinga luar, tengah, serta dalam. Gelombang suara masuk melewati telinga luar dan menyebabkan getaran di gendang telinga.

Getaran kemudian disampaikan ke bagian telinga dalam dan melewati cairan di dalam struktur berbentuk siput (koklea). Terdapat ribuan rambut kecil di sel-sel saraf kokle yang membantu menerjemahkan getaran suara menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak. Bulu-bulu halus inilah yang membedakan satu suara dengan yang lainnya.

Setidaknya ada 4 penyebab gangguan pendengaran, pertama: kerusakan pada telinga bagian dalam. Penuaan dan sering mendengar suara keras dapat menyebabkan bulu-bulu halus koklea jadi tumpul. Kerusakan ini mengakibatkan getaran-getaran suara tidak diterjemahkan sebagaimana mestinya dan bikin Anda sulit membedakan satu suara dengan yang lainnya.

Kedua: penumpukan kotoran telinga sehingga menghambat gelombang suara untuk masuk ke dalam telinga. Kondisi ini bisa dengan mudah diatasi dengan membersihkan kotoran telinga. Yang ketiga: infeksi telinga dan pertumbuhan abnormal pada telinga (misalnya tumor) yang bisa terjadi di telinga luar atau tengah.

Dan yang keempat ialah kondisi pecahnya gendang telinga. Suara yang amat kencang, perubahan ekstrim yang mendadak pada tekanan udara, mencolok gendang telinga dengan benda tertentu, serta infeksi, semuanya bisa menyebabkan pecahnya gendang telinga dan memengaruhi pendengaran.

Hanya satu penyebab gangguan pendengaran yang berada di luar kendali—yakni usia tua. Sedangkan yang lainnya sangat bisa Anda cegah. Jadi mulai dari sekarang, jagalah kesehatan pendengaran Anda agar tidak mengalami ketulian dari usia muda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s